Assalamu’alaikum…. Saya kembali
mengisi blog ini dengan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan takepan atau
naskah kuno dari Daerah Sasak. Tulisan saya yang kedua ini, saya akan membahas
tentang tradisi Nyeput, yang dalam hal ini sengaja dilakukan karena rasa
keingintahuan tentang tradisi nyeput tersebut, setelah sebelumya dijelaskan
oleh Mamiq Upi yakni orang yang meneliti takepan (naskah kuno) daerah Sasak.
Karena biasanya orang-orang yang juga pernah meneliti takepan akan melakukan
tradisi nyeput tersebut karena keingintahuan dan rasa penasaran yang tinggi
akan kemungkinan-kemungkinan yang apabila kita yakini akan terjadi di masa
depan, seperti halnya kita diramalkan dalam takepan tersebut.
Kamis, tanggal
07/11/2019 saya dan teman-teman kembali menemui narasumber yakni Mamiq Upi
untuk melakukan tradisi Nyeput/Jeputan. Sesampainya kami di sana, seperti
kedatangan kami sebelumnya, kami disambut dengan ramah oleh Mamiq Upi. Sebelum
melakukan nyeput/jeputan kami disediakan gelas yang berisikan air yang ditaburi
bunga sebagai syarat melakukan nyeput serta kami dianjurkan memikirkan hal-hal
yang positif dan memantapkan niat dengan sungguh-sungguh, baru setelah itu kami
melakukan nyeput/jeputan. Kami juga dijelaskan pengertian dan syarat-syarat
melakukan nyeput/jeputan. Pengertian, tujuan dan langkah-langkah dari Nyeput
yaitu:
Nyeput/Jeputan/Beragem
dalam Bahasa Sasak adalah tradisi mengambil satu lembar takepan secara acak
dengan mata tertutup yang kemudian akan dibacakan langsung isi dari takepan
tersebut, yang berisi masa depan dari orang yang melakukan tradisi nyeput
tersebut. Nyeput/Jeputan biasanya dilakukan pada malam hari, untuk mengetahui
perjalanan hidup kita kelak akan seperti apa. Nyeput sama halnya dengan ramalan
masa depan seseorang.
2.
Tujuan
dari Nyeput/Jeputan
Adapun
tujuan melakukan Nyeput/jeputan ini adalah agar kita mengetahui akan seperti
apa perjalanan hidup kita dimasa depan. Tentu ramalan tersebut ada yang tidak
meyakini atau sebaliknya tergantung dari keyakinan kita sendiri. Percaya atau
tidaknya, itu tergantung dari masing-masing orang. Narasumber jelas menyuruh
kita untuk tetap percaya dengan kuasa Tuhan Yang Maha Esa, karena
Nyeput/Jeputan ini semata-mata hanya tradisi yang sering dilakukan oleh nenek
moyang, percaya tidaknya itu tergantung dari masing-masing orang.
3.
Langkah-langkah
melakukan Nyeput/Jeputan
Adapun langkah-langkah melakukan nyeput
yaitu:
- Memantapkan niat dan melafalkan doa terlebih dahulu, supaya apa yang kita niatkan sesuai dengan yang kita harapkan. Dalam hal ini, kita benar-benar niatkan nyeput tersebut dengan hal-hal yang bernilai positif.
- Setelah memantapkan niat dan berdoa, baru setelah itu kita mengambil salah satu dari lembaran takepan tersebut secara acak dengan mata tertutup. Kenapa dilakukan dengan mata tertutup? Ini bertujuan agar kita tidak memilih-milih lembaran takepan mana yang akan kita ambil nantinya.
- Setelah kita mengambil salah satu lembaran dari takepan tersebut, takepan akan ditutup langsung, ini bertujuan supaya takepan yang kita ambil nantinya tidak sama dengan takepan yang akan diambil teman kita yang lain (apabila kita melakukan nyeput dengan teman-teman peneliti). Setelah itu, salah satu lembaran dari takepan yang kita ambil tersebut akan dibacakan langsung kemudian disimpulkan makna dari jeputan yang kita dapat oleh narasumber yang mempelajari dan mendalami takepan (naskah-naskah kuno).
Itu tadi pengertian, tujuan dan
syarat-syarat/langkah-langkah melakukan nyeput/jeputan. Setelah melakukan
nyeput, kami dianjurkan mengoles mata dengan air yang ditaburi bunga yang
digunakan sebagai syarat, dengan tujuan agar kami tidak terlalu memikirkan dan
membebani diri sendiri dengan hasil nyeput yang dibacakan tadi. Setelah itu, kami
pamit untuk pulang dan tidak lupa kami mengucapkan banyak terimakasih atas
waktu dan ilmu yang narasumber berikan kepada kami. Itu saja informasi terkait
tradisi nyeput/jeputan yang dipercaya saat kita melakukannya kita dapat
mengetahui akan seperti apa perjalanan masa depan kita kelak. Percaya atau
tidak tergantung dari diri kita masing-masing.
(memantapkan niat dan berdoa sebelum melakukan nyeput/jeputan)
(mengambil salah satu lembaran takepan sambil memejamkan mata)
(bacaan dan kesimpulan dari hasil nyeput/jeputan)
(foto bersama dengan narasumber dan teman-teman peneliti)
(



