Kamis, 24 Oktober 2019

 Perjalanan dalam mencari naskah kuno untuk melestarikan kebudayaan nenek moyang.

Ø  Perjalanan dalam mencari naskah kuno untuk melestarikan kebudayaan nenek moyang.



            Assalamu’alaikum teman-teman, di sini saya akan membagi pengalaman saya dalam mencari naskah kuno atau takepan yang berasal dari Lombok. Saya bersama dengan teman-teman saya pergi untuk mencari orang yang mempunyai naskah kuno (takepan). Salah satu teman saya mengenal seseorang yang menekuni naskah-naskah kuno di desanya yakni di desa Kuripan. Sebelumnya saya dan teman-teman sudah mengetahui nama Mamiq Upi (orang yang memiliki dan menekuni naskah-naskah kuno) dari teman kami  dan sebelumnya kami sudah meminta tolong pada teman kami tersebut untuk memberitahu beliau bahwa kami akan berkunjung untuk mengetahui beberapa naskah-naskah kuno. Hari Minggu 29 Oktober kami pergi untuk menemui Mamiq Upi dengan tujuan beliau dapat menjelaskan kami beberapa-naskah-naskah kuno yang belum kami ketahui dan dapat kami lestarikan. Lalu kami berangkat dari Mataram pukul 14.00. Perjalanan saya dan teman-teman menuju desa Kuripan untuk mengetahui informasi-informasi terkait dengan naskah-naskah kuno sangat menyenangkan, karena selama dalam perjalan kami menjumpai pemandangan yang bagus di jalan By pass dan juga karena jalannya merupakan jalan khusus untuk satu jalur, jadi kami tidak terlalu khawatir dengan kendaraan yang lain. Selama diperjalanan kami menjumpai berbagai pemandangan yaitu ada pegunungan, dan taman tempat anak-anak muda biasanya berfoto. Setelah kami sampai di Kuripan kami baru mengetahui bahwa Mamiq Upi dapat ditemui pukul 17.00 karena beliau akan mengikuti acara sorong serah terlebih dahulu, Jadi kami memutuskan untuk istirahat sekaligus menunggu Mamiq Upi selesai sorong serah di rumah salah satu teman kami yang dekat dari rumah Mamiq Upi. Selama kami menunggu di rumah teman kami, kami menyempatkan untuk melaksanakan sholat ashar dan makan terlebih dahulu  baru kemudian kami berangkat ke rumah Mamiq Upi. Saat dalam perjalanan ke rumah Mamiq Upi, kami bertemu dengan orang-orang yang sedang nyongkolan di desa Kuripan. Jalanan agak sedikit macet, tetapi tidak terlalu lama karena kendaraan yang lalu lalang diamankan oleh beberapa warga di sana.

      
Sesampainya kami di rumah Mamiq Upi, kami disambut dengan ramah oleh beliau karena beliau sangat senang ada yang ingin menggali dan melestarikan naskah-naskah kuno. Mamiq Upi menceritakan isi naskah puspekerme dan memperlihatkan serta menjelaskan naskah-naskah apa saja yang beliau miliki. Mamiq Upi mulai menekuni naskah kuno sejak 2017 dan mulai membacanya karena keturunan, mulai dari buyut, kakek, dan orang tua beliau.
Ada beberapa takepan yang beliau miliki yaitu:
1.      Rengganis
2.      Puspekerme yakni, digunakan saat akan menanam padi.
3.      Ajar Wali (gerude pakoq), yakni takepan khusus untuk pengobatan orang bisu.
4.      Markum, yaitu digunakan khusus untuk pengajian menggali harekat, syariat dan ma’rifat.
5.      Purwe dak sirne, yakni takepan yang berisi perjalanan hidup setelah mati.
6.      Joharsyah, yakni takepan yang digunakan saat syukuran rumah.
7.      Khayatnur/nabi paras, yakni takepan yang digunakan saat cukur rambut untuk anak kecil.
8.      Jati sware, yakni takepan yang berisi tentang persiapan perjalanan diri.




Mamiq Upi menceritakan isi dari Takepan Puspekerme yakni takepan yang meceritakan tentang putra raja yang sangat disayang oleh kedua orang tuanya sehingga dibuatkan teman bermain yakni merak kencane dan ikan kencane. Dinamakan Puspekerme, puspe artinya kembang, karme artinya ganjaran. Jadi kata puspekerme menceritakan orang yang berbuat kebaikan jelas akan mendapat ganjaran yang bagus. 
Yang dikisahkan dalam puspekerme adalah kisah datu yang bernama datu puspekerme dan mempunyai seorang putra yang berumur 4 tahun. Saking sayangnya karena merupakan anak satu-satunya datu membuatkan teman bermain berupa ikan emas dan merak emas yang bisa terbang untuk sang putra, mereka mendapatkan kabar di Negara Baital Mukedas yang mempunyai oarng yang bisa memandikan ikan menggunakan emas yang dapat langsung hidup, dan orang yang bisa memandikan merak emas yang bisa terbang di desa Baital Makmur.
Mamiq Upi hanya menjelaskan sebagian isi dari takepan(naskah kuno) Puspekerme,karena hari sudah menjelang malam, beliau menyuruh kami untuk datang kembali apabila masih ada yang kurang lengkap/ kurang kami pahami. Pukul 18.10 kami berpamitan untuk pulang, kami mampir terlebih dahulu di rumah salah satu teman kami untuk melaksanakan sholat maghrib baru kemudian kami bersiap-siap untuk kembali ke Mataram.
Oke guys mungkin itu saja sekilas tentang perjalan saya dalam mencari naskah-naskah kuno yang ada di daerah Lombok, yang kami temui di desa Kuripan Lombok Barat. Pelajaran yang saya dapat dari mempelajari naskah-naskah kuno, kita dapat mengetahui apa saja bentuk-bentuk dan isi dari beberapa naskah-naskah kuno yang sebelumya tidak saya ketahui. Semoga bermanfaat bagi pembaca. Assalamu’alaikum wr.wb😊😊