Kamis, 14 November 2019

Tradisi Nyeput/Jeputan Takepan, Ramalan Tradisional Dari Daerah Sasak

          Assalamu’alaikum…. Saya kembali mengisi blog ini dengan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan takepan atau naskah kuno dari Daerah Sasak. Tulisan saya yang kedua ini, saya akan membahas tentang tradisi Nyeput, yang dalam hal ini sengaja dilakukan karena rasa keingintahuan tentang tradisi nyeput tersebut, setelah sebelumya dijelaskan oleh Mamiq Upi yakni orang yang meneliti takepan (naskah kuno) daerah Sasak. Karena biasanya orang-orang yang juga pernah meneliti takepan akan melakukan tradisi nyeput tersebut karena keingintahuan dan rasa penasaran yang tinggi akan kemungkinan-kemungkinan yang apabila kita yakini akan terjadi di masa depan, seperti halnya kita diramalkan dalam takepan tersebut.
Kamis, tanggal 07/11/2019 saya dan teman-teman kembali menemui narasumber yakni Mamiq Upi untuk melakukan tradisi Nyeput/Jeputan. Sesampainya kami di sana, seperti kedatangan kami sebelumnya, kami disambut dengan ramah oleh Mamiq Upi. Sebelum melakukan nyeput/jeputan kami disediakan gelas yang berisikan air yang ditaburi bunga sebagai syarat melakukan nyeput serta kami dianjurkan memikirkan hal-hal yang positif dan memantapkan niat dengan sungguh-sungguh, baru setelah itu kami melakukan nyeput/jeputan. Kami juga dijelaskan pengertian dan syarat-syarat melakukan nyeput/jeputan. Pengertian, tujuan dan langkah-langkah dari Nyeput yaitu:

1.      Pengertian Nyeput/Jeputan
      Nyeput/Jeputan/Beragem dalam Bahasa Sasak adalah tradisi mengambil satu lembar takepan secara acak dengan mata tertutup yang kemudian akan dibacakan langsung isi dari takepan tersebut, yang berisi masa depan dari orang yang melakukan tradisi nyeput tersebut. Nyeput/Jeputan biasanya dilakukan pada malam hari, untuk mengetahui perjalanan hidup kita kelak akan seperti apa. Nyeput sama halnya dengan ramalan masa depan seseorang.

2.      Tujuan dari Nyeput/Jeputan
      Adapun tujuan melakukan Nyeput/jeputan ini adalah agar kita mengetahui akan seperti apa perjalanan hidup kita dimasa depan. Tentu ramalan tersebut ada yang tidak meyakini atau sebaliknya tergantung dari keyakinan kita sendiri. Percaya atau tidaknya, itu tergantung dari masing-masing orang. Narasumber jelas menyuruh kita untuk tetap percaya dengan kuasa Tuhan Yang Maha Esa, karena Nyeput/Jeputan ini semata-mata hanya tradisi yang sering dilakukan oleh nenek moyang, percaya tidaknya itu tergantung dari masing-masing orang.

3.      Langkah-langkah melakukan Nyeput/Jeputan
Adapun langkah-langkah melakukan nyeput yaitu:
  • Memantapkan niat dan melafalkan doa terlebih dahulu, supaya apa yang kita niatkan sesuai dengan yang kita harapkan. Dalam hal ini, kita benar-benar niatkan nyeput tersebut dengan hal-hal yang bernilai positif. 
  • Setelah memantapkan niat dan berdoa, baru setelah itu kita mengambil salah satu dari lembaran takepan tersebut secara acak dengan mata tertutup. Kenapa dilakukan dengan mata tertutup? Ini bertujuan agar kita tidak memilih-milih lembaran takepan mana yang akan kita ambil nantinya. 
  • Setelah kita mengambil salah satu lembaran dari takepan tersebut, takepan akan ditutup langsung, ini bertujuan supaya takepan yang kita ambil nantinya tidak sama dengan takepan yang akan diambil teman kita yang lain (apabila kita melakukan nyeput dengan teman-teman peneliti). Setelah itu, salah satu lembaran dari takepan yang kita ambil tersebut akan dibacakan langsung kemudian disimpulkan makna dari jeputan yang kita dapat oleh narasumber yang mempelajari dan mendalami takepan (naskah-naskah kuno).
Itu tadi pengertian, tujuan dan syarat-syarat/langkah-langkah melakukan nyeput/jeputan. Setelah melakukan nyeput, kami dianjurkan mengoles mata dengan air yang ditaburi bunga yang digunakan sebagai syarat, dengan tujuan agar kami tidak terlalu memikirkan dan membebani diri sendiri dengan hasil nyeput yang dibacakan tadi. Setelah itu, kami pamit untuk pulang dan tidak lupa kami mengucapkan banyak terimakasih atas waktu dan ilmu yang narasumber berikan kepada kami. Itu saja informasi terkait tradisi nyeput/jeputan yang dipercaya saat kita melakukannya kita dapat mengetahui akan seperti apa perjalanan masa depan kita kelak. Percaya atau tidak tergantung dari diri kita masing-masing. 

(memantapkan niat dan berdoa sebelum melakukan nyeput/jeputan)

(mengambil salah satu lembaran takepan sambil memejamkan mata)


(bacaan dan kesimpulan dari hasil nyeput/jeputan)

 (foto bersama dengan narasumber dan teman-teman peneliti)


(

29 komentar:

  1. Waaah bagus banget kak! sangat bermanfaat>_<

    BalasHapus
  2. Sebagai Ilmu untuk kami adi tingkat

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah sangat menambah wawasan

    BalasHapus
  4. Wiihhhh tulisannya sangat menarik,suka deh jadi pengen baca berkali2😊

    BalasHapus
  5. Keren sekali kak
    Ini sangat bermanfaat

    BalasHapus
  6. Masya Allah kaka, sangat bermanfaat buat saya. Tetap kembangkan ya ka. Ilmu saya bertambah setelah membaca blog ini.

    BalasHapus
  7. Wahj keren sekali,,,semoga bermanfaat ya

    BalasHapus
  8. Semoga bermanfaat buat pembaca kakak.

    BalasHapus
  9. Menarik untuk d baca & bermanfaat sis👍

    BalasHapus
  10. Tetap semangat mempelajari dan melestarikan naskah kuno. Tulisan saudari Nunung sangat bermanfaat bagi pengetahuan anak-anak muda sekarang yang mulai lupa dengan kebudayaan dan tradisi daerahnya sendiri. Saya sebagai orang Bima sangat tertarik membaca tulisan ini, terlebih di Bima sendiri naskah kuno sendiri ini sudah jarang ditemukan. Jadi saya sangat tertarik belajar dan berusaha memahami isi tulisan naskah kuno ini.

    BalasHapus
  11. Mantap. 😍😍😍 bloknya sanagat cantik sama kaya orang yg buat.

    BalasHapus